12 Madrasah Diniyah di Gayam Dibekali Pelatihan Digital oleh EMCL dan Yayasan TROPIS Indonesia

Bojonegoro – Perkembangan teknologi yang begitu cepat kini merambah hampir semua aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Menyadari pentingnya penguasaan keterampilan digital, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerja sama dengan Yayasan TROPIS Indonesia mengadakan pelatihan platform digital bagi guru-guru Madrasah Diniyah (Madin) di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Program yang berlangsung pada Sabtu (3/8/2025) ini diikuti oleh 12 Madin dari berbagai desa di Kecamatan Gayam. Pelatihan diselenggarakan di Pusat Inkubasi Bisnis (PIB), Desa Ringintunggal, dengan tujuan memperkuat metode pembelajaran di sekolah informal agar lebih kreatif, relevan, dan menarik minat generasi muda.

Meningkatkan Kapasitas Guru di Era Digital

Materi pelatihan tidak hanya fokus pada penggunaan teknologi untuk mengajar, tetapi juga pada cara memproduksi konten positif yang mampu bersaing dengan arus informasi negatif di media sosial. Para peserta diperkenalkan pada berbagai tools dan strategi komunikasi digital, mulai dari pembuatan video pembelajaran sederhana hingga tips membangun interaksi online yang sehat.

Ketua Yayasan TROPIS Indonesia, Musyadad, menegaskan bahwa dunia digital dapat menjadi media strategis untuk memperluas jangkauan pendidikan Madin.

“Konten yang mengandung nilai kebaikan, persatuan, dan toleransi perlu terus digaungkan. Platform digital bisa menjadi jalan untuk memperkenalkan Madrasah Diniyah sebagai lembaga pendidikan agama yang ramah, terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Komitmen EMCL terhadap Pendidikan

Pelatihan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial EMCL yang berperan sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Blok Cepu. Perusahaan menilai bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya guru, akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan masyarakat.

External Engagement & Socioeconomic Manager EMCL, Tezhart Elvandiar, menyampaikan bahwa pendidikan adalah salah satu pilar penting dalam pengembangan masyarakat di daerah operasi perusahaan.

“Kami percaya pendidikan adalah kunci membangun masa depan. Dengan keterampilan digital, guru Madin dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, relevan, dan dapat diterima generasi muda,” terangnya.

Madin sebagai Benteng Konten Positif

Di tengah gempuran konten negatif di internet, keberadaan Madrasah Diniyah diharapkan dapat menjadi benteng penyebaran nilai positif. Dengan memanfaatkan teknologi, guru-guru Madin kini memiliki kesempatan untuk tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga menjadi content creator yang memproduksi materi bermanfaat dan inspiratif untuk masyarakat luas.

Para peserta mengaku antusias mengikuti pelatihan ini. Mereka menilai keterampilan yang diajarkan sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini, di mana generasi muda lebih akrab dengan media digital dibandingkan media cetak.

Sinergi untuk Masa Depan

Kolaborasi EMCL dan Yayasan TROPIS Indonesia dalam program ini membuktikan bahwa sektor swasta, organisasi masyarakat, dan lembaga pendidikan dapat bekerja sama demi satu tujuan: menciptakan pendidikan yang berkualitas dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Dengan pelatihan ini, diharapkan 12 Madrasah Diniyah di Kecamatan Gayam menjadi pionir dalam penerapan metode pembelajaran berbasis digital di tingkat pendidikan informal, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai penggerak konten positif di dunia maya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Scroll to Top